Pengantar KIN (bag. 3)

Pengantar KIN (bag. 3)

zuhal ristek inovasi nasional_artikel KIN 2

zuhal ristek inovasi nasional_artikel KIN 2Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, yakni dengan memanfaatkan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya. Keunggulan-keunggulan ini telah banyak dibicarakan, namun kenyataannya, Indonesia menghadapi masalah serius dalam upaya meningkatkan pemanfaatan keunggulan tersebut secara optimal dan berkesinambungan melalui inovasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Indonesia harus fokus pada sektor yang diunggulkan berdasarkan pada keunggulan komparatif dan kompetitif, yang pemanfaatannya harus dicapai dengan menggunakan teknologi yang mutakhir dan kewirusahaan yang berani. Sebagai contoh, Indonesia harus fokus pada pengembangan dan pemutakhiran teknologi yang mendukung pemanfaatan optimal dari sumber-sumber hayati, dan juga sumber-sumber energi yang terbarukan yang banyak terdapat di Indonesia. Optimisasi ini akan memiliki dampak yang sangat nyata terhadap pembangunan sosial ekonomi Indonesia.
  2. Indonesia harus berani berinvestasi dalam bidang R&D yang menunjang pertumbuhan industri, karena industri, dalam arti luas, akan menjadi salah satu lokomotif penarik gerbong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Baik industri kerajinan rakyat, industri pertanian, industri elektronik, hingga industri kedirgantaraan, dll., kesemuanya perlu dikembangkan melalui invensi dan inovasi. Namun hal ini tidak akan terjadi dengan pendanaan R&D yang minim.
  3. Program MP3EI sebaiknya dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengekspos dan memobilisasi talenta nasional dalam kreatifitas yang menuju pada invensi dan inovasi. Potensi ini dapat diarahkan untuk memecahkan masalah pada akar rumput, termasuk di sektor industri, kesehatan, penyediaan pangan, pertanian dsb.
  4. Indonesia harus menyiapkan dan membangun modal sumberdaya manusia dan merubah filosofi pendidikan menjadikan pendidikan dengan pola pikir yang didorong oleh kewirausahaan dan inovasi. Hal ini sangat penting karena pengembangan teknologi dari setiap bangsa dimulai dari pengambilalihan teknologi maju asing, kemudian disesuaikan dan dikembangkan berdasar kebutuhan domestik, dengan tujuan utama mencapai kemandirian dalam teknologi. Namun ini tidak akan terjadi di Indonesia jika tidak disiapkan generasi yang mampu beradaptasi dan mengembangkan teknologi untuk aplikasi domestik, yakni melalui sains, teknologi dan inovasi.
  5. Tantangan untuk menjadi negara dengan ekonomi yang berbasis inovasi tidak dapat diselesaikan hanya oleh beberapa orang atau beberapa lembaga. Untuk meraihnya seluruh bangsa Indonesia harus bersatu padu, terorganisir, sistematis pada tingkat nasional dan daerah, dengan semua pelaku inovasi – pemerintah, industri, akademisi – berkolaborasi dalam suatu wadah yang disebut Sistem Inovasi Nasional.

Membangun Sistem Inovasi Nasional

Inovasi merupakan sebuah fenomena kompleks yang melibatkan produksi, difusi dan translasi dari pengetahuan teknologi menjadi sebuah produk atau proses yang baru. Konsep inovasi mengalami beberapa kali perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan ditambah dengan perkembangan tentang proses inovasi itu sendiri. Proses inovasi melibatkan hubungan interaktif antara berbagai aktor inovasi yang mengikuti jalur non linear yang dikarakterisasi dengan mekanisme umpan balik yang sangat komplek. Pendekatan sistemik untuk inovasi didasari oleh asumsi bahwa proses inovasi tidak dapat dikelompokkan ke dalam beberapa fase yang terisolasi. Adanya interaksi antara seluruh aktor inovasi di dalam sebuah sistem sistemik menjadikan inovasi sebagai sebuah sistem yang saling terkait satu sama lain, tidak terisolir atau terkontrol, dan memiliki sistem umpan balik yang bekerja. Pandangan inovasi seperti inilah yang menjadi dasar terbentuknya sebuah sistem inovasi secara umum. Pendekatan Sistem Inovasi Nasional (SINAS) menjadi salah satu fondasi untuk mendesain hubungan yang kompleks antara beberapa institusi inovasi yang terikat di dalam proses inovasi. SINAS dapat digambarkan sebagai sekumpulan institusi yang saling terkait dan bersinergi membangun dan mendifusikan teknologi di dalam satu kerangka acuan di mana pemerintah dapat menjalankan kebijakan untuk memicu proses inovasi. Dari pandangan ini dapat diambil kesimpulan bahwa performansi inovasi dalam sebuah sistem ekonomi tidak saja bergantung kepada masing-masing institusi yang bekerja secara sendiri-sendiri tetapi kepada bagaimana masing-masing institusi ini saling bekerja sama di dalam sebuah sistem. Dalam SINAS ini pemerintah memegang peranan penting dalam memicu terjadinya proses inovasi.

Akhirnya, mari kita gunakan kesatuan tekad untuk mencapai kemandirian bangsa dalam Sains, Teknologi, dan Inovasi untuk mempererat persatuan NKRI melalui pembangunan yang berkesinambungan, untuk mencapai masyarakat, makmur dan sejahtera.